Sabtu, 28 Desember 2013
Kamis, 12 Desember 2013
Mengasihi dan Mengampuni
Shallom teman – teman ..
Kita tau sekarang bahwa Allah turut bekerja dalam
mendatangkan untuk kebaikan bagi kita. Terkadang sebenarnya kebaikan itu tidak
kita rasakan jikalau kita mempunyai dendam atau tidak mau mengampuni orang yang
bersalah kepada kita. Banyak hal sebenarnya yang menghambat berkat itu sendiri.
seringkali kita memarahi Tuhan untuk apa yang tidak pernah kita sadari bahwa
itu adalah kesalahan kita. Tuhan sebenarnya simple, Dia hanya ingin kita saling
mengasihi dan mengampuni. Maka Allah akan mengampuni dan mengasihi kita. Kita tidak
boleh egois untuk hal apapun itu. Sering kita menangis dan memohon untuk Allah
mengampuni semua kesalahan yang telah kita lakukan selama ini tanpa mau kita
mengampuni dan mengasihi orang yang bersalah kepada kita. Tanpa kita tau,
itulah yang sangat dibenci Allah.
Guys, come on .. mari kita mengampuni dan
mengasihi sesama kita lebih lagi untuk kemuliaan nama Tuhan. God Bless all ..
Mengasihi Berarti Mengampuni
"Bukan sampai tujuh kali,
melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali."
Matius 18:22
Bisakah kita dikatakan memiliki kasih sementara kita masih menyimpan dendam, sakit hati dan tidak bisa mengampuni orang lain? "Jikalau seorang berkata: 'Aku mengasihi Allah,' dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya." (1 Yohanes 4:20).
Ada tidaknya kasih dalam diri seseorang akan terefleksi dalam kehidupan sehari-hari dan mempengaruhi kehidupannya, baik itu dalam perkataan, sikap dan juga perbuatan. Jadi kasih bukan hanya berbicara tentang apa yang ada di dalam hati, melainkan mencakup seluruh keberadaan hidupnya yang terwujud dalam perbuatan kesehariannya, baik itu kasih kepada Tuhan dan juga kepada sesama yang kesemuanya harus dilakukan dengan sukacita, tanpa keterpaksaan. Salah satu bukti lain akan kasih yang tak boleh diabaikan adalah hal mengampuni orang lain. Mengapa mengampuni sangat penting bagi orang Kristen? Karena Tuhan telah terlebih dahulu menunjukkan kasihNya dengan mengorbankan nyawaNya di Kalvari untuk mengampuni dosa-dosa kita. Pengampunan inilah yang menjadi dasar kekristenan. Kita diselamatkan, diangkat sebagai anak-anak Allah, diberkati, disembuhkan, dipulihkan, mengalami mujizat dan penggenapan janji-janji Tuhan dengan diawali sebuah pengampunan yang dikerjakan Tuhan di kayu salib; dan pengampunanNya itu sempurna, tak terbatas. "Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba." (Yesaya 1:18). Itulah sebabnya mengampuni adalah kehendak Tuhan bagi orang percaya tanpa kecuali.
Sebesar apa pun kesalahan orang, sebanyak apa pun kejahatan orang, apa pun persoalannya, kita harus bisa memberikan pengampunan yang tidak terbatas jumlahnya. Kalau kita sadar bahwa dosa kita sudah diampuni oleh Tuhan, masakan kita tetap mengeraskan hati untuk tidak memberikan pengampunan kepada orang lain? Dengan tegas Tuhan berkata, "...jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu." (Matius 6:14-15).
Bisakah kita dikatakan memiliki kasih sementara kita masih menyimpan dendam, sakit hati dan tidak bisa mengampuni orang lain? "Jikalau seorang berkata: 'Aku mengasihi Allah,' dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya." (1 Yohanes 4:20).
Ada tidaknya kasih dalam diri seseorang akan terefleksi dalam kehidupan sehari-hari dan mempengaruhi kehidupannya, baik itu dalam perkataan, sikap dan juga perbuatan. Jadi kasih bukan hanya berbicara tentang apa yang ada di dalam hati, melainkan mencakup seluruh keberadaan hidupnya yang terwujud dalam perbuatan kesehariannya, baik itu kasih kepada Tuhan dan juga kepada sesama yang kesemuanya harus dilakukan dengan sukacita, tanpa keterpaksaan. Salah satu bukti lain akan kasih yang tak boleh diabaikan adalah hal mengampuni orang lain. Mengapa mengampuni sangat penting bagi orang Kristen? Karena Tuhan telah terlebih dahulu menunjukkan kasihNya dengan mengorbankan nyawaNya di Kalvari untuk mengampuni dosa-dosa kita. Pengampunan inilah yang menjadi dasar kekristenan. Kita diselamatkan, diangkat sebagai anak-anak Allah, diberkati, disembuhkan, dipulihkan, mengalami mujizat dan penggenapan janji-janji Tuhan dengan diawali sebuah pengampunan yang dikerjakan Tuhan di kayu salib; dan pengampunanNya itu sempurna, tak terbatas. "Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba." (Yesaya 1:18). Itulah sebabnya mengampuni adalah kehendak Tuhan bagi orang percaya tanpa kecuali.
Sebesar apa pun kesalahan orang, sebanyak apa pun kejahatan orang, apa pun persoalannya, kita harus bisa memberikan pengampunan yang tidak terbatas jumlahnya. Kalau kita sadar bahwa dosa kita sudah diampuni oleh Tuhan, masakan kita tetap mengeraskan hati untuk tidak memberikan pengampunan kepada orang lain? Dengan tegas Tuhan berkata, "...jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu." (Matius 6:14-15).
Memilih Pergaulan...
Dalam perjalanan hidup kita, yang menentukan baik
buruknya hidup kita adalah dengan siapa kita bergaul. Pergaulan menjadi hal
penentu utama dalam hidup kita. Jadi, kita harus pintar pintar memilih teman.
Karena teman teman anda, menentukan masalah yang akan anda temui dan hadapi
nanti. Teman bagaikan tombol lift, dapat membawa anda naik atau turun.
Amsal 13 : 20
" Siapa bergaul dengan orang bijak akan menjadi
bijak tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang. "
Banyak sekali muda-mudi jaman sekarang ini salah
jalan karena salah pergaulan. Seharusnya mereka dan termasuk kita juga
menyadari, mana pergaulan yang baik dan mana yang tidak baik. Karena kebanyakan
para muda-mudi dalam memilih pergaulan, mereka hanya mencari orang orang yang
bisa menyenangkan hatinya saja. Dan jika hatinya merasa senang dan nyaman, dia
merasa itu yang diinginkan nya dan dan tidak peduli lagi apakah orang yang dia
ajak bergaul, orang baik baik atau bukan.
Banyak alasan, mengapa para muda-mudi mencari teman
yang bisa menyenangkan hatinya saja tanpa mempertimbangkan yang lainnya.
1. Karena memang pada dasarnya dia sendirilah
yang ingin mencari teman yang bisa menyenangkan hatinya. ( Orang seperti
ini pada dasarnya kurang didikan dan kurang perhatian. Jadi, yang dipikirkan
hanya senang senang saja, atau sudah di didik tetapi tidak mau peduli.)
2. Karena terpengaruh terpengaruh teman. (
Orang seperti ini pada awalnya hanya ikut ikutan saja, dan tidak berusaha
menghindari. Akhirnya ikut terjerumus juga. )
3. Merasa kecewa dalam hidupnya. ( Orang
seperti ini biasanya karena ada suatu hal yang membuat hatinya terluka dan
putus asa. Akhirnya dia mendekati teman temannya yang suka bersenang-senang.
4. Merasa tidak punya tujuan hidup. (
Orang seperti ini pada awalnya merasa hidupnya hampa, tidak tau harus berbuat
apa. Dan akhirnya bosan, lalu mencari kesenangan bersama teman teman.
5. Merasa nyaman. ( Orang seperti ini
kebanyakan karena secara kebetulan sudah berada di dalam suatu pergaulan yang
tidak baik. Tapi entah mengapa, dia merasa nyaman disitu. Dan terus mau berada
di lingkungan itu. )
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh
anak-anak Tuhan yang telah menerima pembenaran dari Tuhan untuk menyikapi
pergaulan hidup ini. Sehingga kita benar benar menjadi pribadi yang berbeda.
Sikap hidup yang tidak terpengaruh oleh situasi dan kondisi yang ada, akan
membawa kita kepada suatu kestabilan dan mencintai Tuhan.
Mazmur 1 : 1 - 2
" Berbahagialah orang yang tidak berjalan
menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan
yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi kesukaannya ialah Taurat
Tuhan, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. "
Dengan bertekun dalam membangun hubungan dengan
Tuhan, membuat kita tetap kuat menghadapi pergumulan hidup dalam diri kita.
Roma 12 : 2
" Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia
ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan
manakah kehendak Allah, apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang
sempurna. Rabu, 11 Desember 2013
Greeting...
Hello friend.. :)
Selamat datang di Blog Youth GBI Hawaii City Resort CK7 – PRJ Group..
kami adalah komunitas Youth dari gereja
GBI Hawaii City Resort yang berada di Ruko Hawaii Blok A 9 – 10 Cengkareng,
Jakarta Barat. Melalui blog ini kami akan sharing banyak firman Tuhan untuk
membangun kerohanian teman – teman yang membacanya. Kami juga mengundang teman –
teman untuk bergabung bersama kami dalam ibadah yang diadakan setiap Jum’at Pk.
19.00 di GBI Hawaii City Resort. Thank you.. God Bless :)
Langganan:
Komentar (Atom)






























